Sekilas Tentang Fotografi Alam Liar

Fotografi kehidupan liar adalah salah satu bidang fotografi dalam mengambil gambar-gambar kehidupan liar.Lensa Telefoto 500mm dilengkapi dengan flash dan tripod merupakan satu persediaanyang harus digunakan untuk mengambil gambar-gambar kehidupan liar.

Fotografi kehidupan liar dianggap sebagai salah satu cabang fotografi yang memerlukan kemampuan teknikal seperti kemampuan untuk menbedakan dengan betul, fotografer kehidupan liar umumnya memerlukan baik kemahiran-kemahiran pertukangan. Misalnya, sebagian hewan yang sulit untuk didekati dan memerlukan ilmu tentang tingkah laku binatang dan mampu memprediksi tindakan-tindakan mereka. Dalam mengambil gambar beberapa spesies boleh mengikuti tingkah laku binatang yang akan kita ambil gambarnya (Kamuflase) sehingga objek tidak akan menyadari keberadaan sang pengambil gambar didekatnya.

Jika gambar-gambar kehidupan liar boleh diambil menggunakan peralatan apa saja, sementara ada jenis-jenis hidupan liar yang memerlukan peralatan yang lebih spesifik, seperti fotografi makro untuk serangga-serangga, Lensa telefoto untuk mendapatkan jarak fokus untuk burung-burung dan kamera-kamera bawah air untuk hidupan laut. Bagaimanapun , sejak kedatangan kamera digital berbagai kemudahan kamera-kamera, gambar foto kehidupan liar dapat terdokumentasi dengan cukup sempurna.

Contoh kasus yang seharusnya tidak boleh terjadi :
Dulu ketika menemukan sebuah sarang burung berisi anak yang baru menetas, saya keluarkan anak burung tadi dan saya tempatkan di pinggiran sarang supaya enak dipotret. Lightingnya kurang rupanya. Akhirnya sarang burung tadi saya ambil dan saya tempatkan di dahan pohon yang penuh cahaya matahari supaya lihgtingnya pas.

Beberapa hari kemudian, setelah rol film digulung dan dicetak, saya mendapatkan foto yang bagus. Dua anak burung dengan wajah ketakutan dan paruh menganga didalam sarangnya. Tapi si burung sendiri kemudian mati dijatuhkan oleh induknya. Induknya rupanya sudah tidak mau mengakui anaknya lagi setelah sarangnya berpindah tempat dan bau tangan manusia. Saya menyesal tentu saja akibat ulah saya ini. Saya mendapatkan foto bagus namun melalui rekayasa yang mengakibatkan matinya satwa liar di habitat aslinya.

Sama seperti fotografi jurnalistik, fotografi hidupan liar atau wildlife photography sebenarnya mengharuskan kejujuran dalam proses pembuatan fotonya. Hal yang saya lakukan ketika memotret burung 10 tahun silam tentu saja melanggar rule of fotografi hidupan liar. Namun sampai sekarang sebenarnya tidak ada patokan baku tentang batasan yang boleh dan tidak boleh. Terutama jika foto akan dikomersilkan. Namun sebenarnya ini pun hak masing-masing fotografer kehidupan liar.

Di komunitas "The Wildlife Photographers Community" ada beberapa batasan yang di sepakati bersama, dan semoga bisa menjadi patokan. Ini beberapa aturan mainnya :
  • Tidak boleh memindahkan obyek yang akan difoto keluar dari habitatnya. Pemotretan harus dilakukan di lokasi, tanpa merusak dan mengambil obyek.
  • Penggunaan lighting diperbolehkan.
  • Tidak boleh memberi makan satwa liar, memegang, dan memindahkan sarang.
  • Tidak boleh mengganggu aktivitas pemberian makan satwa oleh induknya. Dan sebisa mungkin ketika memotret satwa yang sedang diberi makan dai jarak aman hingga induknya tidak terganggu dan kabur yang bisa menyebabkan anaknya kelaparan.
  • Tidak diperkenankan membuat jebakan supaya obyek bisa dipotret. Kecuali memakai kamera jebakan.
  • Tidak boleh merusak tanaman atau tumbuhan yang menjadi penghalang. Sebisa mungkin obyek difoto dengan alami.
  • Memotong tanaman supaya bisa difoto juga dilarang. Jika memotret anggrek di atas dahan pohon, harus menggunakan lensa tele atau diusahakan memanjat.
  • Olah digital yang diperkenankan adalah memanfaatkan fasilitas yang ada dikamera sebelum tombol pelepas rana ditekan.
  • Setalah foto tersimpan di memory card atau di film, olah digital atau perlakuan kamar gelap yang diperkenankan adalah menambah atau mengurangi brightnees dan contras sewajarnya.
  • Menambah atau mengurangi elemen dalam foto tidak diperkenankan sama sekali dalam foto hidupan liar. Begitu juga penambahan atau pengurangan elemen foto sebelum obyek dipotret. Misalnya menambah bebatuan di sarang, memotong dahan, atau memberi makanan pada buaya untuk mendapatkan momen bagus.
Beberapa orang yang disebut "WildLife Photographer" :
  • Riza Marloon (Indonesia) 
  • Frans Lanting (Amerika)
  • Kim Taylor (Amerika)
  • John Shaw
  • David Noton
  • Rod Plank

Related Articles